
Tempat pengisian BBG itu dibuat untuk melayani bajaj berbahan bakar gas yang banyak beroperasi di Waduk Pluit dan wilayah sekitarnya. Gubernur Jokowi mengatakan memang ingin memperbanyak bajaj biru yang beroperasi di Jakarta untuk menggantikan bajaj lama yang berwarna oranye.
"Yang dulu kan polusinya banyak dan keuntungan supir bajajnya sedikit, makanya dipindahkan ke gas," kata dia di Waduk Pluit, Ahad. Sebelumnya, fasilitas pengisian bahan bakar berupa MRU itu sudah berdiri di Lapangan IRTI, Monumen Nasional. "Tahun ini diperluas lagi oleh PGN dan Jakpro," ujarnya.
Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Budi Karya Sumadi mengatakan mereka berncana membangun 10 MRU dan 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta. Fasilitas pengisian baru rencananya akan berdiri di Pluit, Ancol, Pulo Mas, serta di kantor Walikota Jakarta Selatan, kantor Walikota Jakarta Timur, dan kantor Wali Kota Jakarta Barat. "Selain itu kami juga ingin melakukan joint operation (JO) dengan pengelola SPBG dan MRU yang sudah ada, seperti untuk pengisian Transjakarta di Pinang Ranti," katanya.
Pembangunan SPBG dan MRU itu akan menggunakan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) yang sudah disetujui dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014. Dalam rapat paripurna DPRD pekan lalu, PT Jakpro diizinkan mendapat kucuran dana sebesar Rp 310 miliar untuk membangun SPBG dan MRU di Jakarta.
Sumber: yahoo
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus